Logo DPRD Kampar

WEBSITE RESMI
SEKRETARIAT DPRD KAB. KAMPAR

Jl. Lingkar (STA+800) Bangkinang - Riau,
  • setwan kampar

HAKI DIPUSATKAN DI RIAU

on .

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hari Anti Korupsi (HAKI) dipusatkan di Provinsi Riau, Kamis, (8/12/2016). Menanggapi hal itu, Sugianto, anggota Pansus Monitoring dan Perizinan Lahan DPRD Riau berharap, penegak hukum KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan tidak hanya terpaku kepada tidak korupsi yang ada di lingkungan pemerintah saja, tapi juuga dapat menindak korporasi-korporasi nakal yang ada Provinsi Riau.

"Kebetulan, hari HAKI itu dipusatkan di Provinsi Riau. Semoga dengan dipusatkan di Riau tidak hanya simbolis saja, tapi aparat penegak hukum juga bekerja di sektor perkembangan, terutama KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian," kata Sugianto, saat dihubungi Riaupos.co, Kamis (8/12/2016). Lebih lanjut, politikus PKB ini menyampaikan, untuk membuka kasus-kasus kehutanan di Provinsi Riau, terutama perusahaan yang menanam di luar HGU sesuai hasil pansus beberapa waktu lalu lalu, hal itu dapat menjadi rekomendasi kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan.

"Jangan terfokus juga kepada dinas dan kepala derah, itu tetap dilaksanakan, tapi yang paling penting di Riau ini, kalau untuk memulihkan kerugian negara itu yang banyak itu di Riau ini. Harapan saya, mereka melirik korporasi-korporasi yang nakal di Provinsi Riau, supaya HAKI menyentuh ke seluruh lapisan, bukan hanya sekadar pegawai, pejabat, tapi juga di korporasinya," tegasnya. Sebelumnya, lanjut politikus dapil Pelalawan ini, Pansus Monitoring dan Perizinan Lahan sudah merekomendasikan 30 perusahaan yang diduga melanggar izin, dari total 600 perusahaan hasil temuan pansus sebelumnya, kepenegak hukum Polda Riau, Kejaksaan Tinggi, dan PPNS.

"Itu sudah kami laporan ke penegak hukum, itu ada 30 perusahaan, tapi sampai sekarang masih mandat. Itu sudah kami laporkan semua, tapi berhenti tidak ada kabar berita sampai sekarang. Harapan kami, dengan HAKI di Riau ini dapat menyentuh ke seluruh lapisan, termasuk perusahaan korporasi itu," tukasnya.

Laporan: Doni Afrianto

Editor: Boy Riza Utama